Sifat Pengkaratan Lima Jenis Kayu Asal Sukabumi yang Disimpan Di Tempat Terbuka terhadap Sekrup Logam

Djarwanto Djarwanto, Sihati Suprapti

Abstract


Lima jenis kayu kurang dikenal yaitu ki lubang (Calophyllum grandiflorum JJS), ki kuya (Ficus vasculosa Wall. Ex Miq.), ki bulu (Gironniera subaequalis Planch), ki hantap (Sterculia oblongata R.Br.) dan ki bancet (Turpinia sphaerocarpa Hassk.), di uji sifat pengkaratannya terhadap sekrup logam di tempat terbuka. Contoh uji diambil dari bagian tepi (A), tengah (B), dan dalam (C) dolok. Intensitas pengkaratan ditunjukkan oleh besarnya kehilangan berat sekrup. Hasilnya menunjukkan bahwa pengkaratan terjadi pada semua jenis kayu yang diuji. Pelunturan warna karat telah terjadi pada umur 2 minggu pemasangan. Derajat pengkaratan sekrup tertinggi terjadi pada kayu G. subaequalis. Kehilangan berat sekrup tertinggi didapatkan pada bagian tengah (B) dari pohon I G. subaequalis yaitu 5,35%, kemudian dari pohon II yaitu 5,24%. Sedangkan kehilangan berat kayu yang dipasangi sekrup tertinggi dijumpai pada bagian dalam (C) dari pohon I, S. oblongata, kemudian pada bagian A dari pohon I, F. Vasculosa.


Keywords


Sekrup logam; kayu, pelunturan karat; pengkaratan

Full Text:

PDF

References


BSN [Badan Standardisasi Nasional]. 2014. Uji Ketahanan Kayu terhadap Organisme Perusak Kayu. Standar Nasional Indonesia, SNI 7207:2014. Jakarta: BSN.

Djarwanto. 2009. Sifat pengkaratan besi pada lima jenis kayu asal sukabumi. J Penelitian Hasil Hutan 27(3): 280-

Djarwanto. 2010. Ketahanan lima jenis kayu terhadap fungi. J Ilmu Teknologi Hasil Hutan 3(2): 51-55.

Djarwanto. 2011. Sifat pengkaratan lima jenis kayu yang disimpan di tempat terbuka terhadap besi. J Penelitian Hasil Hutan 29(2): 104-114.

Djarwanto. 2013. Sifat pengkaratan lima jenis kayu asal Ciamis terhadap besi. J Penelitian Hasil Hutan 31(3): 186-192.

Djarwanto, Suprapti S. 2008. Pengaruh pengkaratan logam terhadap pelapukan empat jenis kayu asal sukabumi. J Ilmu Teknologi Hasil Hutan 1(2): 55-59.

Kadir K, Barly. 1974. Catatan Mengenai Daya Korosif Beberapa Jenis Bahan Pengawet Kayu. Bogor: Lembaga Penelitian Hasil Hutan.

Krilov A. 1986. Corrotion and wear sawblade steels. Wood Sci Technol. 20: 361-368.

Krilov A. 1987. Corrosive properties of some eucalypts. Wood Sci. Technol. 21: 211-217.

Li ZW, Marston NJ, Jones MS. 2011. Corrosion of fasteners in treated timber. Study Report SR 241. Branz. ISSN: 1179-6197.

Muslich M, Wardani M, Kalima T, Rulliaty S, Damayanti R, Hadjib N, Pari G, Suprapti S, Iskandar MI, Abdurachman, Basri E, Heriansyah I, Tata HL. 2013. Atlas kayu Indonesia. Jilid IV. Bogor: Pustekolah.

Nawawi DS. 2002. The acidity of five tropical woods and its influence on metal corrosion. J Teknologi Hasil Hutan 15(2): 18-24.

Pari G. 2010. Analisis Kimia Beberapa Jenis Kayu Kurang Dikenal. Bogor: Lembaga Penelitian Hasil Hutan.

Rushelia R, Djarwanto. 2002. Sifat korosif kayu sungkai (Peronema canescens Jack.) yang diimpregnasi limbah penyepuhan timah. Prosiding

Seminar Nasional IV Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia (MAPEKI), tanggal 6-9 Agustus 2001 di Samarinda. Hlm. V36-V40. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda.

Schmidt O. 2007. Indoor Wood-Decay Basidiomycetes: Damage, Causal Fungi, Physiology, Identification and Characterization, Prevention and Control. German Mycologycal Society and Springer. 40p.

Steel, RGD, Torrie JH. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometrik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hlm. 403-

Sumarni G, Muslich M, Hadjib N, Krisdianto, Malik D, Suprapti S, Basri E, Pari G, Iskandar MI, Siagian RM. 2009. Sifat dan Kegunaan Kayu: 15 Jenis Kayu Andalan Setempat Jawa Barat. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. 88 hlm.

Suprapti S, Djarwanto. 2013. Ketahanan lima jenis kayu asal Cianjur terhadap jamur. J Penelitian Hasil Hutan 31(3): 193-199.

Suprapti S, Djarwanto, Hudiansyah. 2011. Ketahanan lima jenis kayu asal Lengkong Sukabumi terhadap beberapa jamur pelapuk. J Penelitian Hasil Hutan 29(3): 259-270.

Turu’allo G. 2006. Corrosion rates measurements by linear polarization and AC impedance techniques using different steel bars and acidic solution. J SMARTek 4(3): 135-145.

Williams RS, Knaebe M. 2002. Iron stain on wood. Finisline Forest Products Laboratory. Madison: USDA Forest Service. www.fpl.fs.fed.us. [26 Agustus 2008].




DOI: https://doi.org/10.51850/jitkt.v13i2.30

DOI (PDF): https://doi.org/10.51850/jitkt.v13i2.30.g29

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Indexed by:

     

 

ISSN: 1693-383              EISSN: 2656-0178